KUCING DAN CORONA
Assalamualaikum hai semua...
Akibat termakan hoaks media setempat bahwa anjing dan kucing berpotensi menyebarkan virus ini, warga China beramai-ramai melemparkan anjing dan kucing mereka keluar dari jendela apartemen.
Ini satu bentuk paranoia yang bisa meluas termasuk ke masyarakat kita yang juga penikmat hoaks. Padahal tidak pernah dilaporkan dari negara yang terepidemi adanya kasus anjing dan kucing yang terjangkit Covid-19.
Perlu diketahui kucing berbeda dari hewan lain karena lidahnya yang unik dengan permukaan kasar meruncing pada bagian tengah hingga belakang. Lidah ini mengangkat bulu-bulu mati dan partikel lain yang menempel di tubuhnya, layaknya alat anti kuman.
Dengan lidahnya kucing 'mandi' (self grooming) hampir di setiap kesempatan. Namun alat anti kuman ini tidak bekerja maksimal saat imunitas kucing menurun karena berbagai faktor.
Jadi kucing pun bisa terinfeksi virus, tapi virus yang tidak menular ke manusia (nonzoonosis). Beberapa jenis virus yang sering menjangkiti kucing diantaranya Panleukopenia,
Calici, dan Rhinotracheitis.
Pecinta kucing perlu mengantisipasi isu ini guna mencegah kekerasan terhadap kucingnya sekaligus memelihara kesehatan terkait Covid-19. Yang bisa dilakukan antara lain :
* merawat kucing secara indoor,
* memberi pakan bernutrisi, baik itu makanan pabrikan maupun buatan sendiri,
* memberi suplemen tambahan, seperti multivitamin kucing, minyak ikan, madu, propolis dll,
* menyediakan air minum higienis, baik itu air kemasan, isi ulang steril, maupun air matang,
* mencuci tangan setiba di rumah sebelum menyentuh kucing,
* mencuci tangan sesudah membersihkan kotoran kucing,
* mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat kucing yang sakit atau terluka,
* menjaga kebersihan rumah,
* menjaga kesehatan anggota keluarga pemilik kucing.
Salam meong bundanya Uncit & Untal...
Mewabahnya virus Corona menimbulkan kepanikan dan gejala paranoia warga dunia.
Virus yang disebut Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini bermula dari satu pasar tradisional yang menjual daging hewan liar dan daging bukan hewan ternak seperti anjing dan kucing di kota Wuhan, China.
Akibat termakan hoaks media setempat bahwa anjing dan kucing berpotensi menyebarkan virus ini, warga China beramai-ramai melemparkan anjing dan kucing mereka keluar dari jendela apartemen.
Ini satu bentuk paranoia yang bisa meluas termasuk ke masyarakat kita yang juga penikmat hoaks. Padahal tidak pernah dilaporkan dari negara yang terepidemi adanya kasus anjing dan kucing yang terjangkit Covid-19.
Perlu diketahui kucing berbeda dari hewan lain karena lidahnya yang unik dengan permukaan kasar meruncing pada bagian tengah hingga belakang. Lidah ini mengangkat bulu-bulu mati dan partikel lain yang menempel di tubuhnya, layaknya alat anti kuman.
Dengan lidahnya kucing 'mandi' (self grooming) hampir di setiap kesempatan. Namun alat anti kuman ini tidak bekerja maksimal saat imunitas kucing menurun karena berbagai faktor.
Jadi kucing pun bisa terinfeksi virus, tapi virus yang tidak menular ke manusia (nonzoonosis). Beberapa jenis virus yang sering menjangkiti kucing diantaranya Panleukopenia,
Calici, dan Rhinotracheitis.
Pecinta kucing perlu mengantisipasi isu ini guna mencegah kekerasan terhadap kucingnya sekaligus memelihara kesehatan terkait Covid-19. Yang bisa dilakukan antara lain :
* merawat kucing secara indoor,
* memberi pakan bernutrisi, baik itu makanan pabrikan maupun buatan sendiri,
* memberi suplemen tambahan, seperti multivitamin kucing, minyak ikan, madu, propolis dll,
* menyediakan air minum higienis, baik itu air kemasan, isi ulang steril, maupun air matang,
* mencuci tangan setiba di rumah sebelum menyentuh kucing,
* mencuci tangan sesudah membersihkan kotoran kucing,
* mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat kucing yang sakit atau terluka,
* menjaga kebersihan rumah,
* menjaga kesehatan anggota keluarga pemilik kucing.
Salam meong bundanya Uncit & Untal...

Comments
Post a Comment